DAMPAK KERUSAKAN HUTAN BAKAU DI BALIK PAPAN


Pengrusakan hutan bakau di Balikpapan mengakibatkan berbagai macam bencana ekologi. Sampah-sampah di perairan Teluk Balikpapan mengakibatkan pendangkalan teluk yang mengganggu perahu-perahu yang melintas di sana.  Beralih fungsinya hutan bakau di wilayah Margomulyo mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik. Aliran air hujan dari wilayah Gunung Empat dengan mudahnya menerobos parit-parit di wilayah sekitar yang lebih rendah, sehingga air meluber ke jalanan dan rumah penduduk. Pembukaaan lahan kawasan bakau oleh pemerintah menimbulkan erosi, sedimentasi, intrusi air laut dan gelombang besar di Teluk Balikpapan serta sungai-sungai di sekitarnya. Gas karbon dan emisi gas rumah kaca di Balikpapan langsung dilepaskan ke atmosfer akibat berkurangnya pengikatan gas tersebut oleh hutan bakau.  Produksi ikan di perairan Teluk Balikpapan menjadi berkurang drastis karena kerusakan hutan bakau dan terumbu karang  yang merupakan tempat berkembangnya "bayi" biota laut sehingga berdampak pada kehidupan ekonomi nelayan setempat.

Konsekuensi dari pembangunan Jembatan Pulau Balang yaitu kerusakan hutan dalam skala besar baik secara langsung maupun tidak langsung, pembukaan akses ke hutan, kebakaran lahan, pembangunan ilegal, perburuan hewan yang dilindungi  dan pengembangan industri yang tidak bisa dibatasi.  Pembangunan jembatan tersebut juga membuat hutan bakau di Teluk Balikpapan terisolasi dengan hutan sekunder yang merupakan tempat bekantan mencari makan.  Kasus tersebut telah terjadi di Somber yang mengakibatkan bekantan mati keracunan akibat mengkonsumsi buah rambai laut di hutan bakau secara berlebihan,  sehingga hewan berhidung panjang tersebut diprediksi akan punah pada tahun 2024.  Pembangunan jembatan tersebut juga mendapat kecaman internasional yang dibahas dalam Kongres Primatologi Internasional di Jepang karena mengancam keberadaan bekantan. Apabila hutan bakau di Teluk Balikpapan habis dan rusak, maka Balikpapan akan kehilangan keanekaragaman hayati yang masih hidup seperti bekantan, pesut teluk, Gynacantha bartai (spesies capung baru), monyet, beragam ikan dan burung serta berbagai jenis tumbuhan.

Artikel Terkait :

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer

Daftar Blog